Review LRT Palembang

Bulan September 2018 yang lalu Saya ke Palembang. Kedatangan Saya ke sana adalah bertujuan untuk melihat bagaimana suasana Palembang pasca Asian Games 2018. 

Saya berangkat ke Palembang naik pesawat kira-kira sejaman lebih doang dari Semarang, jadi perjalanan tuh rasanya cepet banget. Kalau nggak salah sih Saya berangkat agak siangan gitu, jadi sampai di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ya lumayan sore.

review LRT Palembang
Foto oleh Wike Sulistiarmi

Sesampainya di bandara Saya mencoba untuk naik LRT. Kalau Kamu pertama kali datang ke bandara ini, alurnya tinggal keluar dari Bandara, lalu Kamu tinggal jalan ke arah kanan di mana ada tulisan LRT Palembang. Nanti ada eskalator buat ke arah jalur LRT.

Sampai di stasiun LRT, Kamu tinggal beli tiket di loketnya. Harganya murah banget, cuma Rp10.000 untuk seluruh tujuan, baik yang deket sampai yang paling jauh berkilo-kilometer. Sayangnya hotel Saya nggak jauh dari sana, jadi nggak bisa ngerasain naik LRT lewat sungai Musi di atas Jembatan Ampera.

Buat Kamu yang berencana untuk datang ke sana patut untuk naik LRT sampai Jakabaring, soalnya bisa lewat Jembatan Ampera. Itung-itung sekalian liat gor tempat orang Asia main di Asian Games gitu.

Review LRT Palembang

Nah, sekarang Aku mau review soal LRT nya, baik dari segi kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:
1. Harga murah
2. Tempat duduknya nyaman
3. Informasi stasiun yang bakal dilewati sangat bagus, ada pengeras suara dan keterangan di layar berjalan soalnya.
4. Pengamanan bagus, soalnya sudah banyak petugas pria.
5. Bersih

Kekurangan:
1. Lama jalannya, Saya pertama kali naik LRT sebenarnya, dan Saya tidak tahu jadwal kedatangan dan keberangkatannya. Nggak seperti KRL Jakarta yang selalu berhenti sebentar dan cepat melaju, saat naik LRT Saya harus nunggu sekitar 30 menit di bandara hingga LRT jalan. Mungkin Saya yang tidak tahu tapi Saya minta maaf kalau ada kekurangan ya. Tapi itu yang Saya rasakan.

Selebihnya sih asik aja, yang penting jangan makan di dalam LRT, kalau minum sih okay.

Begitu kira-kira pendapat Saya soal LRT Palembang. Maaf kalau agak kurang baik, namanya juga manusia biasa ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s